Minum teh di sore hari merupakan kebiasaan orang Inggris yang cukup dikenal. Asterix di Inggris secara bercanda menggambarkan bagaimana orang Inggris sampai mempunyai tradisi ini. Tetapi, tren minum kopi tentu saja juga merambah Inggris. Berbagai kedai kopi terdapat di berbagai sudut kota, mulai dari kedai kopi yang sering disebut tidak fair dengan petani penghasil kopi mentah sampai yang memberi label diri sendiri “fair-trade“.
Di London, teh dan kopi dengan berbagai macam aroma dan rasa tersedia di berbagai supermarket dan toko khusus untuk teh dan atau kopi. Satu toko penjual teh dan satu toko khusus kopi yang saya suka terdapat di daerah Covent Garden.
The Tea House, toko teh, terletak di 15A Neal Street. Selain berbagai jenis teh, tersedia juga berbagai buah kering, daun kering dan rempah-rempah yang biasa digunakan untuk campuran teh seperti daun mint dan vanili kering. Disini bisa juga dibeli berbagai pernik-pernik berkaitan dengan acara minum teh seperti cangkir, teko, alat untuk menyeduh daun teh, saringan teh, dan masih banyak lagi. Meskipun salah seorang teman saya menilai kedai ini tidak istimewa dan sama seperti toko teh pada umumnya, saya menggemari produk yang dijual disini. Teh dan rempah-rempahnya saya rasa sangat mantap dan pas dengan selera saya (tentu saja).
Beberapa menit berjalan kaki dari toko teh diatas, terdapat satu toko kopi bernama Monmouth Coffee Company di 27 Monmouth Street. Disini bisa dibeli biji kopi dari berbagai jenis dan dari berbagai negara yang biasanya cukup segar atau baru di sangrai. Bahkan juga ada keterangan kopi mana yang hari ini baru di sangrai. Salah satu jenis kopi yang dikatakan berkualitas papan atas adalah kopi Jawa berjenis Arabica. Kalau saya tidak salah kopi ini berasal dari satu perkebunan kopi di Jawa Timur.
Toko ini juga membuat selebaran berisi keterangan bagaimana rasa masing-masing jenis kopi dan darimana kopi ini berasal. Tentu saja disini juga disediakan jasa penggilingan kopi gratis sesuai dengan kebutuhan pembeli. Satu yang jarang disediakan oleh toko kopi lainnya yang pernah saya kunjungi adalah tersedianya sendok kayu. Menurut si penjual yang selalu bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan konyol saya, sendok kayu membuat kopi tidak berubah rasa dan aromanya seperti jika menyendok kopi bubuk segar dengan sendok yang terbuat dari bahan selain kayu.
Bekas teman sekamar saya dulu sering merelakan diri berjalan kaki dari kampusnya di daerah Bloomsburry ke Covent Garden dimana toko kopi ini berada untuk sekedar membeli 250 gram kopi kesukaannya dan akan di irit-irit karena harganya cukup mahal untuk ukuran uang saku dia sebagai mahasiswa pada saat itu.
Dulu toko ini hanya menjual kopi bubuk untuk di bawa pulang, tetapi kemudian juga menyediakan tempat duduk yang sangat terbatas untuk pengunjung yang ingin menikmati kopi untuk diminum disini. Rasanya? Wah, mantap sekali, berbeda dengan kedai kopi lainnya yang pernah saya kunjungi. Apalagi jika dibandingkan dengan kopi di kantin universitas.
Satu lagu berjudul Java Jive yang di nyanyikan oleh The Manhattan Transfer mungkin pas didengarkan sambil minum teh atau kopi di sore hari: “I love coffee I love tea, I love the java jive and it loves me, coffee and tea and the java and me, a cup a cup a cup a cup a cup….yeah…”
Ayo diminum selagi hangat!
Gambar kartu pos (secangkir kopi oleh Raine Vara) dipinjam dari sini.
7 Tanggapan
Desember 28, 2006 pukul 10:34 pm
aku nggak terlalu suka kopi, tapi aku penggemar berat teh. Tiap pagi harus diawali dengan ritual minum teh manis hangat. Kalo malam biasanya suka bikin wedang jahe.. slurrppp…
Desember 29, 2006 pukul 3:47 pm
für Dirac: minum wedang jahe sambil melihat bintang?
.
Desember 31, 2006 pukul 11:43 am
Happy New Year, Bibi! Mari kita rayakan dengan Teh Panas Manis (legi) Kental /nasgithel
Desember 31, 2006 pukul 3:07 pm
walaupun bahasa indo aku sudah rada kaku..tapi suka kok baca wordpress kamu. apalagi tentang kopi & teh..
Happy New Year ya!
Januari 1, 2007 pukul 1:22 am
wah, bau kopinya sedep oiiiii (penggemar kopi jg..) met taon baru yah ‘n salam kenal
Januari 1, 2007 pukul 1:51 pm
für Dirac: Happy New Year, nasgitel pake teko tanah plus gula batu…hmmm…
für tskye: hi! seneng juga kalo ada yang bisa menikmati blog ini. Happy New Year!
für kenny: iya nih sedap menggoda….hmmm… Met taon baru juga ya…
Januari 2, 2007 pukul 10:38 pm
kopi? whoooah..ga ada yang lebih ajaib dari secangkir kopi di pagi hari, Bibi. Dan lebih ajaib lagi, saat sedih, bete, sumpeg, ga punya duit, asal masih ada kopi untuk dinikmati, semua beres dah
Kalo teh, hmmm…biasa aja. Maksudku, suka banget juga engga, ‘musuhan’ juga engga, hehehe
Bibi, salam kenal, dan slamat taun baru ya..