Hari ini cuaca cerah, sejak pagi hari matahari bersinar hangat dan jalanan sudah bersih dari lelehan salju yang licin dan membuat tanah becek. Tetapi agaknnya hari ini perpustakaan lebih menarik di bandingkan dengan pinggiran sungai ynag indah. Saat akhir semester dimana batas akhir pengumpulan tugas dan ujian sudah mendekat membuat perpustakaan menjadi pilihan.
Beberapa termos kecil; yang biasanya berisi kopi panas; terlihat terserak di lantai dekat tempat locker berada. Mencari tempat untuk duduk dan membaca juga menjadi agak kesulitan karena penuh. Diluar perpustakaan terlihat beberapa orang bergerombol sambil merokok, melepas penat dan stres.
Perpustakaan disini sebenernya menurut ukuran saya kurang nyaman. Alasan utamanya karena ruang baca dipisah dengan ruang tempat penyimpanan buku, sehingga saya harus menggotong semua buku yang saya perlukan ke ruang baca, dan menggembalikan lagi ke raknya jika saya sudah selesei. Sangat tidak praktis!
Untuk mengatasi masalah tersebut, saya kemudian memilih membaca buku yang saya pilih di tempat penyimpanan buku. Disitu tiap ruangan biasanya disediakan 2 meja kecil dengan 2 kursi. Walaupun penerangan kurang memadai tetapi bagi saya lebih baik daripada saya harus berkali-kali ke ruang baca dan ke tempat penyimpanan buku dengan menggotong beberapa buku yang cukup berat.
Tetapi hari ini saya baru menyadari bahwa ruang tempat penyimpanan buku ternyata menjadi ruang untuk menelpon bagi para mahasiswa yang ada di perpustakan. Oleh karena aturannya di perpustakaan tidak boleh menggunakan telepon seluler, maka pengguna perpustakaan kemudian mencari ruangan yang sekiranya tidak banyak orang dan tentunya tidak ada petugas perpustakaannya.
Hal ini bukan hal yang pertama saya temui. Sangat lazim saya temui pengguna perpustakaan berbisik-bisik diantara rak buku dengan telepon selulernya, atau oarng berlari-lari menuju ke toilet karena teleponnya berdering. Kalau memang banyak orang yang tidak bisa tidak meggunakan telepon genggam, mengapa tidak disediakan saja ruangan didalam perpustakaan khusus untuk orang-orang seperti ini.
Selain perpustakaan beberapa tempat lain bisa juga mengakomodasi orang-orang yang harus selalu menggunakan telepon seluler. Gedung pertunjukan, bioskop, pesawat, sekolah dengan kelas khusus untuk pelajar dan guru seperti ini bisa juga disediakan. Saya pikir mungkin akan banyak peminatnya.
Kartu pos: tidak ada gambar, hening, seperti layaknya perpust yang ideal.
2 Tanggapan
Februari 4, 2007 pukul 4:37 am
buat sebagian orang, cell phone yang tiba2 menjerit-jerit di tempat2 seperti ini memang sangat mengganggu. tapi hari gini, satu jam aja harus matiin hape memang lumayan aneh rasanya.
jadi, iya. saya setuju, bi. memang seharusnya ada ruangan khusus buat yg hapenya krang kring krang kring sepanjang hari
Februari 6, 2007 pukul 9:41 pm
für venus: calon pelanggan ruangan khusus?
.