Besok adalah hari terakhir perayaan Fasching di Jerman, terjemahannya saya tidak tahu pasti, untuk saat ini saya menggunakan kata karnaval saja. Sejak seminggu yang lalu orang bisa berpakaian “nyentrik” seperti memakai rambut warna-warni, kostum nenek sihir, sampai gaya Star War di tempat-tempat umum. Selain berpesta dan minum bir, ada juga karnaval. Kesempatan ini kadang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk mengeluarkan kritik, biasanya kepada para politisi. Köln atau Cologne merupakan kota dimana orang merayakan acara ini dengan sangat meriah.
Pada jaman dahulu, menurut cerita teman saya, tradisi ini untuk menyambut datangnya musim semi dan juga untuk mengusir roh-roh jahat. Kemudian tradisi ini melebur dengan acara keagamaan, yaitu perayaan menjelang Paskah. Hari terakhir Fasching selalu jatuh pada hari Selasa, sehari sebelum Rabu abu. Rabu abu biasanya diisi dengan pidato oleh sejumlah tokoh politik (Politikeraschermittwoch).
Budaya baru yang datang dari luar biasanya meleburkan diri dengan budaya setempat yang telah mengakar. Salah satu tujuannya adalah agar budaya baru ini bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat.
Saya sendiri tidak pernah ikut memakai kostum dan berparade di jalan, saya lebih senang melihat orang yang melakukan hal itu. Beberapa kostum yang cukup populer adalah kostum malaikat lengkap dengan sayapnya. Tetapi saya lebih tertarik dengan kostum setan lengkap dengan bando tanduk, ekor, dan senjata bermata tiganya. Tetapi kata teman saya tanpa kostum itupun saya sudah seperti setan….hii…
Gambar kartu pos: Karnaval Köln dipinjam dari sini.
7 Komentar
Februari 20, 2007 pukul 5:22 pm
sama halloween beda ya? halloween versi bahasa muncrat-muncrat
Februari 20, 2007 pukul 5:44 pm
lhah, kok ga ada foto si bibi yang selalu pergi ?
Februari 20, 2007 pukul 7:32 pm
huu..di sini ternyata karnaval tak seseru kotamu Bi!
Ha? kostum setan?
*tertawa terbahak-bahak membaca ttg dirimu tanpa kostum kok dibilang seperti setan?*
eh? Lho? hush nanti asosiasinya lain pula!
*kembali tertawa*
Februari 20, 2007 pukul 7:34 pm
sorry nambah komen, lupa nanya:
Kostum pawang hujan seperti apa Bi?
Februari 22, 2007 pukul 7:33 pm
für tito: muncrat dan monyong….
.
für venus: lah itu yang di kartu pos fotoku…
für lessy: disini juga kurang menarik, di münchen ok. di Köln tuh yang heboh….
Kalo kostum pawang ujan gak pake cd, kan cd-nya di lempar ke atep buat nolak ujan….
Februari 23, 2007 pukul 2:49 pm
huahahaha..si bibi nih ada2 saja. eh btw kok di lempar sih? bukannya disundhuk pakai sundhuk-an sate trus dibikin kayak antena di genteng? *ngasal*
Februari 24, 2007 pukul 9:17 pm
für lessy: sate cd?
.