Segmentasi berdasarkan sepatu? Salah satu contoh penerapannya adalah tukang sol sepatu yang sering berkeliling di perkampungan tempat saya tinggal
Ternyata beliau menerapkan kebijakan segmentasi pasar berdasarkan merk sepatu yang akan di perbaiki. Dan pengetahuan beliau tentang merk sepatu ini luar biasa, hanya dari melihatnya saja. Misalnya begini: ” wah, kalo ini sih sol-nya rockport pak, susah ngebenerinnya…” atau ” ini clark pak, nanti saya carikan benang yang cocok biar sama dengan aslinya”… dan beliau memberikan komentar hanya dengan melihatnya selintas saja, tanpa perlu membaca merknya.
Tarif pelayanan tergantung pada harga sepatunya. Jika barang yang harus diperbaiki adalah sandal tukang gado-gado yang suka mangkal i ujung gang maka harganya lima ribu rupiah, sedangkan jika sepatu clark milik juragan si Teteh di sebelah rumah saya harganya menjadi dua puluh ribu rupiah saja. Alasannya: Ini benang yang dipakai juga beda….
Ada lagi yang menerapkan segmentasi berdasarkan sepatu adalah salah seorang yang saya kenal. Dia akan dengan sigap mengetahui merk sepatu apa yang dikenakan oleh orang yang berhadapan dengannya. Contohnya begini: “wah… bally baru nih? beli di eropa ya? di jakarta yang model begini belum pernah gue liat”. Atau…” eh elo tadi ngeliat nggak? si A sepatunya tod’s loh”. Beliau yang satu ini melakukan segmentasi juga atas orang-orang yang dikenalnya berdasarkan merk sepatu yang dikenakannya.
Selain sepatu ada lagi yang melakukan segmentasi orang berdasarkan merk jam tangannya, merk tasnya, atau juga merk baju yang dikenakannya. Kreatif dan jeli sekali, dan yang membuat saya terkagum-kagum adalah pengetahuannya tentang merk-merk itu dengan hanya melihat sekilas saja. Suatu keahlian yang menganggumkan….
3 Komentar
Juli 21, 2007 pukul 8:55 pm
kalo dah 20 taon menkni sesuatu, bukankahhh yang anda sebut segmentasi itu bukannya hanya karena terbiasa saja?
Juli 26, 2007 pukul 7:48 am
walah, canggih ya tukang sol sepatunya?
Oktober 4, 2007 pukul 9:39 am
HAY MAZ BEBEK!
*hugs*