Di kampung yang saya tempati sekarang ini pemerintahnya tidak melakukan subsidi BBM. Menurut kategori di kampung yang saya tempati sekarang ini pendapatan resmi keluarga saya di masukkan kedalam golongan miskin. Bingungkah saya?
Bingung karena isi dompet mepet,iya! Tapi kalo bingung karena harga bensin mencapai $4 per gallon (sekitar 3,78 liter), tidak. Saya toh tidak mempunyai mobil. Saya bisa menggunakan bis dan metro.
Bagi saya makanan, tempat tinggal, dan asuransi kesehatan adalah kebutuhan dasar, penting dan mendesak. Harga makanan masih dapat saya jangkau, sewa tempat tinggal masih bisa juga, tetapi biaya untuk perawatan kesehatan, terutama untuk anak saya, terasa jauh dari jangkauan.
Jadi buat saya subsidi bensin bukan hal yang tepat untuk saya. Itu tepat untuk teman saya yang mengendarai BMW, istrinya diantar supirnya dengan Toyota, mertuanya naik Mercedez, dan adiknya punya VW. Saya lebih baik diberi gratisan biaya kesehatan, paling tidak untuk anak saya. Untungnya saya mendapatkannya disini. Kalau saya mau, bisa juga saya mendaftar untuk mendapatkan kupon untuk membeli bahan makanan di pasar lokal, juga barang-barang kebutuhan untuk anak saya.
Tentang teman saya, dia mengeluhkan dicabutnya subsidi BBM oleh pemerintah. Saya bilang, kamu masih butuh di subsidi? Dia bilang: ya, bukan begitu. Dia hanya memikirkan orang-orang miskin yang bebannya tambah berat karena harga-harga naik sebagai akibat naiknya harga BBM. Kalau memang begitu, beri saja subsidi atau bantuannya untuk orang miskin sesuai kebutuhannya. Loh nanti di korupsi. Lah kalau masalahnya adalah korupsi, ya di monitor penyalurannya atau berantas korupsinya. Jadi masalah sama solusinya klop. Kalau takut bantuan untuk orang miskin di korupsi terus mintanya jangan cabut subsidi BBM ya tidak akan selesai masalahnya. Jangan-jangan teman saya ini memperjuangkan dirinya dia sendiri.
Dia cuma nyengir dan bilang: Elo nyuruh gue naek angkot ama metromini? Elo tau sendiri kan gimana angkutan umum disini. Nggak aman. Gue takut kecopetan, mana sopirnya ugal-ugalan lagi.
Lho, ini masalahnya lain lagi. Jadi sebenarnya yang kamu keluhkan itu apa, terus yang mana?
Teman saya garuk-garuk kepala sambil nyengir. Untung cuma ngobrol lewat Skype, kalo tidak saya bisa kerontokan ketombenya…
5 Komentar
Juni 9, 2008 pukul 3:53 am
bibi.. denger-denger di kampung sana orang2 juga pada dapet BLT ya….
Juni 11, 2008 pukul 2:34 pm
“perjuangan atas nama” tanpa diminta oleh yang diatasnamakan. begitu?
Juni 14, 2008 pukul 6:18 am
di sana berapa harga BBM? waduh…
Juni 18, 2008 pukul 2:38 am
lha wong pertanyaannya itu masih mendasar . .
pemerintah itu bener2 punya uang nggak . . .
emang pemerintah pernah kasih uang bibi . . ?
jelasnya subsidi itu uang yang ’siap’ diberikan . .
ironis klo nggak sadar bahwa bibilah yang memberi uang pada pemerintah . . siap nggak siap!
lha pajak di mana2 itu . . . pemerintah nggak pake posting beginian . . langsung main potong aja!
keperluan se hari2 untuk cucu saya itu biar sehat, mahal? ya jelas, pemerintah masih menggolongkan keperluan bayi sehat itu terlalu mewah, dan nggak penting banget.
baca: klo ndeso ya ndeso aja, tar klo bayinya pada sehat, kalah dong anak pejabat!
untuk bayi gitu mbok bebas pajek, gitu kan . . ?
secara kejiwaan, pemerintah ini bener2 krisis kepribadian, dah jelas sadar menderita kleptomania akut, ya tetap keterusan itu . . korupsi
koruptor kok ngomong subsidi? ga rela lah yauu
urusan begini mending minta dimas mbilung apa diajeng venus saya . . .
mereka kan berkepribadian akut eh kuat . .
Juni 18, 2008 pukul 7:27 pm
für nengjeni: iya neng. itu malah si bush bagi2 duit ama rakyatnya. sayangnya aku gak kebagian
für mbilung: yang diatas namakan tidak merasa terwakili…hihihi…
für venus: US $4 per gallon mbak. tingginya harga BBM juga jd isu disini…
für ebeSS: maksudnya saya disuruh minta subsidi ama mas mbilung dan mbak venus? jelas setuju!
.
(waktu itu org tdk bekerja dpt BLT dr pemerintah).
Pemerintah Indonesia jelas sedang tidak kaya, makanya tidak mampu lagi memberi subsidi BBM. Pajak memang menjadi salah satu sumber pendapatan pemerintah. Kalau berjalan dgn baik, maka idenya adalah yang kaya bayar lebih banyak dr yg kurang kaya, dan juga yg kurang kaya mendapat bantuan lebih drpd yg kaya. jadi subsidi silang antara yg kaya dengan yg tidak kaya. tugas pemerintah untuk mengelola ini.
Di amerika pajak (pendapatan) dikelola serius sama pemerintah karena itu menjadi salah satu pendapatan yang diandalkan pemerintah. orang cenderung takut ngemplang pajak karena urusannya bisa panjang. obama merencanakan untuk menaikkan pajak orang kaya, akan tetapi dia juga merencanakan agar anak-anak di amerika tercover biaya kesehatannya. katakanlah ini subsidi silang, dr orang kaya ke orang yang tidak mampu.
Di Jerman pajak pendapatannya juga bisa dikatakan tinggi. dulu gaji saya di potong hampir sepertiganya untuk membayar pajak ini itu, termasuk pajak solidaritas untuk wilayah eks jerman timur (eks jerman barat dinilai lebih kaya dibandingkan dengan eks jer-tim). Jadi bisa dikatakan secara tidak langsung saya ikut menanggung biaya hidup orang jerman yang tidak bekerja
jadi saya bayar pajak di jerman, dpt subsidinya di amerika
bagaimana kalau ada kupon discount atau gratisan untuk keperluan bayi bagi kel. yg kurang mampu? jadi bayi dr kel. kaya tidak perlu ikutan disubsidi.
salam buat cucu …