Kata ibu saya, anak itu ibaratnya Kencono Wingko dimata orangtuanya. Sesuatu yang istimewa, seperti emas, walaupun pada kenyataannya (hanya) sesuatu yang biasa saja, tidak lebih istimewa dari anak-anak lainnya, seperti pecahan genting. Tidak jarang saya terlibat pembicaraan (menjadi pendengar tepatnya) dengan beberapa orang tua yang dengan semangat dan tanpa bosannya mendefinisikan betapa istimewanya putra dan putri yang mereka miliki. Termasuk dalam hal yang (menurut saya) biasa saja, seperti berat badan dan tinggi badan. Tetapi saya yakin itu merupakan ungkapan kasih sayang orang tua terhadap anaknya (dan mungkin juga berjuta harapan yang diberikan kepada sang anak).
Gaya lainnya ada di blog yang sering saya baca. Cara ibu ini mengungkapkan betapa dia mencintai anak-anak (dan juga keluarganya) dengan cara ‘menertawakan’ apa yang terjadi dengan putra-putranya buat saya menjadikan blognya menarik untuk dibaca. Saya selalu menanti tulisannya sembari menerka-nerka: lagi ngapain lagi ya dia, juga dua ABG yang dikasihinya itu?
Mbak Jeni, ayo dong cerita, mbak lagi ngapain….
1 Tanggapan
Juli 28, 2008 pukul 6:12 am
waduh…. jadi dapet PR nih …
luv u …. >:D<