Rakyat neolib

buku neolib?Walaupun banyak yang tidak tahu secara pasti, tetapi akhir-akhir ini kata neolib banyak diperbincangkan. Saya sendiri tidak tahu artinya secara pasti, saya belum pernah membaca buku tentang hal ini. Tetapi dari diskusi dan perdebatan yang ada di media, kata ini berkaitan dengan peranan pemerintah, perekonomian suatu negara (Indonesia), dan paham pro-pasar. Kelihatannya kata neolib kemudian disederhanakan oleh orang-orang yang merasa mengerti arti kata ini sebagai sebuah pemerintahan yang menganut paham pro-pasar dalam sistem perekonomiannya.

Lebih lanjut kata neolib kemudian dipakai sebagai sebuah kata yang berkonotasi negatif dalam ‘kampanye’ politik yang sedang berlangsung di Indonesia belakangan ini oleh para politikus dan para pendukungnya untuk menyerang lawan politiknya. Berkonotasi negatif dalam hal ini karena siapapun yang menganut paham ini dianggap tidak memihak kepada rakyat. Bayangkan saja jika seorang capres atau cawapres diberi stempel neolib, calon pemimpin negara yang tidak memihak rakyat. Alangkah gawatnya. Padahal di negara manapun katanya kepentingan rakyat harus selalu nomer satu.

Tapi saya pikir-pikir, rakyat ini siapa sebenarnya? apakah rakyat Indonesia ini hanya petani & nelayan saja? Apakah rakyat ini hanya yang miskin saja? apakah rakyat ini hanya yang pendidikannya tidak tinggi saja? apakah rakyat ini dianggap pah-poh & plongah-plongoh & tidak mengerti apa-apa?

Lalu saya ini termasuk rakyat atau bukan ya? Entahlah, yang pasti saya tidak takut sama yang namanya neolib.

gambar kartu pos: buku neolib?

Iklan

1 Komentar

Filed under buku catatan bibi

Sakura

sakura

sakura

Katanya bunga Sakura itu indah sekali, dan hanya menampakkan bunganya hanya sekali dalam setahun, pada saat musim semi dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, puncaknya sekitar dua mingguan.

Di Washington D.C, berkembangnya bunga Sakura biasanya dirayakan dengan acara festival Sakura (Cherry Blossom Festival). Pada saat cuaca bagus dan pada akhir minggu, diseputar Tidal Basin; tempat bunga ini ditanam; susananya seperti pasar senggol, ramai dan sesak. Sungguh tidak nyaman sekali!

gang senggol

gang senggol

Kata mas Mbilung, “Kalau mau nonton Sakura, ngapain ke D.C, mendingan ke Jepang”. Ya sudah, bagaimana kalo ke D.C dalam rangka mengantar rawonnya mbak Jeni buat salah satu penggagum masakannya …. 😀 .

Tinggalkan komentar

Filed under ransel bibi

Winter wonderland

main saljuHari senin yang lalu cuaca di sekitar Washington D.C berubah menjadi sangat dingin sekali. Suhu tertinggi -2 derajat Celcius dan terendah mencapai -11 derajat Celcius, terjadi badai salju sehingga salju tebal menumpuk diberbagai tempat.

Cuaca yang tidak seperti biasa pernah saya alami beberapa kali dibeberapa tempat yang berbeda. Pertama saya mengalami hujan salju di London pada musim dingin 2002. Sebelumnya, musim dingin di London selama puluhan tahun tidak diiringi dengan turunnya salju. Kedua, salju yang turun berlebihan juga saya alami di Bavaria Utara pada musim dingin 2005. Banyak rumah yang atapnya roboh karena tidak kuat menahan tebalnya salju yang menumpuk diatasnya. Sekolah-sekolah diliburkan karena orang kesulitan untuk meninggalkan rumah karena dinilai kurang aman. Terakhir, salju tebal pada hari senin lalu di sekitar Washington D.C.

Kalau sekolah diliburkan, lalu apakah yang dilakukan oleh anak-anak? tentu saja mereka akan keluar rumah untuk bermain salju. Permainan yang populer disekitar tempat tinggal saya adalah perang bola salju, membuat boneka salju, dan bermain luncur-luncuran disalju dengan menggunakan papan luncur. Papan luncurnya bisa apa saja, asalkan cukup kuat untuk menampung beban dan licin dibagian bawahnya. Anak saya menggunakan ember mandinya untuk meluncur disalju. ember

Anak-anak memang selalu bisa gembira dalam keadaan apapun…

gambar kartu pos: taman bermain salju.

Tinggalkan komentar

Filed under buku catatan bibi

Dunia maya

Saya adalah salah seorang yang sangat diuntungkan dengan kemajuan teknologi di dunia maya. Internet melancarkan komunikasi saya dengan teman-teman & keluarga. Dunia ajaib itu juga mempertemukan saya dengan banyak teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun terputus tali silaturahminya karena alasan jarak.

Forum-forum di dunia maya kemudian menjadi tempat ngobrol dan bercanda antar teman. Saling bertanya kabar dan bernostalgia membuat cara berkomunikasi yang relatif baru ini menjadi asik karena bisa dilakukan sambil melakukan aktifitas lainnya. Termasuk saat bekerja sekalipun.

Hanya saja, terkadang teman-teman saya lupa, bahwa forum yang kami gunakan di dunia maya ini sangat terbuka. Bahkan, ada yang memungkinkan semua orang didunia bisa membacanya. Paman Gober saat berlibur di Timbuktu juga bisa membaca bercandaan garing ala teman-teman saya semasa sekolah dulu jika dia memiliki akses internet. Tulisan-tulisan yang terkadang bisa menyinggung perasaan, bisa membuat sakit hati, atau merugikan orang lain masih sering beredar bebas.

Komentar salah seorang teman saya: Anak.anak ini pada katrok deh. Ngobrol di internet tapi mereka pikir ngobrolnya face-to-face. Dipikirnya cuma dia ama lawan bicaranya yang denger…

Merubah pola pikir mungkin memang tidak gampang…

3 Komentar

Filed under buku catatan bibi

Nonton Obama bersumpah di Mall

Kemarin pagi saya mengantar anak saya menyaksikan presidennya yang baru disumpah di gedung Capitol. Berangkat dari rumah jam 9-nan pagi dengan bis umum yang hari itu gratis. Disambung dengan Metro yang sudah penuh dengan orang-orang yang sebagian besar keturunan Afro-Amerika. Sepanjang jalan wajah-wajah sumringah ini asyik bercanda, berfoto, dan mengatur strategi agar bisa mendapatkan tempat yang ideal di Mall untuk menonton Obama bersumpah. Sebagian besar menampilkan dandanan terbaiknya. Banyak saya jumpai perempuan yang tidak muda lagi berbadan besar (istilahnya: Big Mama) memakai mantel bulu dan topi bulu. Dandanan ini mengingatkan saya pada teman baik saya yang dulu gemar mengenakan mantel bulu ketika sekolah di London.

Kami turun di stasiun Federal Centre, sudah jam 11, dan langsung berjalan cepat menuju arah gedung Capitol takut terlambat, karena Metro hari itu jalannya pelan sebagai akibat dari lalu lintas Metro yang tersendat dan Metro yg penuh sehingga ada yang bersandar di pintunya, mengakibatkan beberapa kali remnya otomatis bekerja.

Sampai disamping kantor VOA, terlihat banyak orang berjalan tergesa-gesa kearah berlawanan. Ternyata akses menuju Mall, gate Silver, ditutup & hanya untuk pemegang tiket saja. Pengunjung dianjurkan untuk berjalan sekita 5 blok lagi ke gerbang yang bisa diakses oleh umum.

Tapi kami memilih untuk tetap berjalan terus menuju kearah museum American Indian. Meskipun tidak sampai ke Mall, tapi daerah ini yang paling dekat dengan gedung Capitol, jadi paling tidak kami bisa mendengar pidato Obama.

Ternyata kami sedang beruntung karena tidak lama kemudian, barikade yang menutup akses menuju Mall dibuka, dan pengunjung dibiarkan memenuhi jalan raya yang membelah Mall.

mall1Buat saya, mengharukan sekali menyaksikan antusiasme jutaan orang ini mengikuti acara pengambilan sumpah Obama. Sebagai presiden berkulit hitam pertama di Amerika, Obama dianggap sebagai simbol kemenangan kaum kulit hitam, dan mungkin juga warga kulit berwarna lainnya di Amerika, yang bertahun-tahun lamanya dianggap sebagai warga negara kelas dua. Isu rasisme memang masih kental terjadi di Amerika sampai saat ini. Orang-orang tua dengan kursi roda atau alat batu jalan, dengan tekun menyimak acara demi acara dengan balutan mantel bulu tebal atau selimut untuk mengusir hawa dingin yang saat itu kira-kira berada di 4 derajat dibawah 0. Apakah sakit hatimu bisa tersembuhkan Nek?
indie ave
Setelah Obama selesai berpidato, kami bergegas menuju keluar dari kerumunan orang menuju Independence Avenue, berbalik kearah kami datang tadi. Tapi ternyata banyak orang berpikiran sama dengan kami. Akhirnya kami terjebak diantara ribuan orang dan menjadi agak panik karena kereta anak saya terjepit ribuan manusia. Sembari mengusir rasa panik saya mendongak, melihat-lihat keatas. Di atas salah satu gedung saya melihat beberapa orang berpakaian hitam-hitam bersiaga disana. Mungkin sniper? Untunglah setelah beberapa saat berjalan dengan sangat lambat, kerumunan menjadi cair.

Kami memutuskan untuk masuk kedalam museum American Indian untuk makan siang di cafe Mitsitam dan kemudian beristirahat menghangatkan badan sekaligus memberikan ruang gerak untuk anak saya yang sudah sebal karena tidak bisa bergerak dengan leluasa di kereta bayinya yang terbungkus rapat seperti kepompong. Sambil mengantri menuju museum, kami melihat pesawat kecil yang mengangkut Bush dan istrinya terbang diatas museum menjauhi Capitol.

Didalam museum yang sangat ramai pegunjung itu, orang-orang duduk-duduk dilantai melepas lelah. Cafe Mitsitam juga sangat penuh, kami harus menunggu agak lama untuk mendapatkan tempat duduk. Sebagian orang memilih untuk duduk dilantai sembari makan. Didepan kami duduk seorang mahasiswi dari Oklahoma bersama seorang teman perempuannya yang mengenakan gigi emas. Keduanya bercerita sangat gembira mendapatkan tiket untuk menyaksikan Obama bersumpah. Mereka berharap pengangkatan Obama akan membawa perubahan didaerahnya yang dipeta politik Amerika warnanya merah (republikan).

capitolSetelah badan cukup hangat, kami keluar dari museum menuju kearah Constitution Avenue untuk melihat parade dimana Obama akan dibawa dengan limo menuju ke White House. Orang-orang sudah berkerumun disepanjang rute parade. Kami tidak bisa mendekati rute parade didekat White house karena membawa kereta bayi dan tas agak besar yang tidak diperbolehkan dibawa.

paradeSetelah agak lama menunggu, akhirnya limo Obama yang diiring oleh beberapa pengawal yang berjalan kaki diseputarnya muncul juga. Orang-orang berteriak riuh rendah mengelu-elukan Obama yang muncul di atas limo yang terbuka atapnya sambil melambaikan tangannya.
parade1

Hawa yang sangat dingin membuat kami memutuskan untuk pulang setelah Obama lewat. Kami bergegas menuju stasiun Federal Centre sebelum kerumunan orang menjebak kami lagi. Ternyata disana antrean sudah sangat panjang. Untunglah orang-orang memberi jalan kepada kami untuk dapat menuju lift yang tersedia setelah melihat kereta bayi anak saya. Kamu memang selalu membawa rejeki Nak!

Ternyata orang-orang belum puas juga dengan Obama, beberapa orang masih memborong Washington Post edisi khusus sore itu yang baru dibawa tukang koran di stasiun Metro. Salah satu yang membuat saya geli adalah pembahasan baju-baju yang di kenakan Michelle Obama di CNN. Kira-kira sampai kapan ya demam Obama akan berlangsung?

3 Komentar

Filed under 1

Pesta di DC

ramai 1Hari ini saya jalan-jalan ke Washington D.C, ingin ikut menikmati kegembiraan yang ditebarkan oleh orang-orang Amerika menyambut rencana pengangkatan presiden mereka yang baru besok pagi. Seperti yang saya lihat di televisi, orang-orang yang datang ke D.C dari seluruh pelosok Amerika memang terlihat sangat antusias.

ramaiSelama satu tahun ini, belum pernah saya melihat D.C seramai ini. Jumlah orang, terutama afro-amerika, benar-benar memenuhi semua tempat. Dari stasiun Metro sudah terlihat antrian panjang orang-orang yang hendak membeli tiket, Metro dipenuhi orang-orang beratribut serba Obama, jalan-jalan penuh orang dan pedagang kaki lima kagetan menjajakan souvenir serba Obama, dari mulai bendera Amerika, pin, poster, kaos, topi, sampai uang us$ bergambar Obama. Popularitas Obama memang tidak kalah dengan Hannah Montana atau Bono U2, souvenirnya laku untuk dijual. Restauran dan Cafe juga dipenuhi oleh pengunjung yang mengantri sampai ke trotoar.

msnbcDi nasional Mall, tempat kesukaan saya dan anak saya menikmati Sabtu siang, menjadi seperti pasar malam. Orang-orang berteriak menjajakan dagangannya, para turis sibuk berfoto, semuanya bergerak tanpa henti seakan tidak terganggu dengan dinginnya udara saat itu. Tempat yang paling ramai dikunjungi adalah di sekitar lokasi studio dadakan MSNBC yang menyiarkan acara secara live dari sana. Orang-orang ini berteriak-teriak gembira ketika kamera mendekati mereka. Ternyata dimana-mana sama, orang suka sekali masuk televisi (kata Tukul: masuk tipi…masuk tipi…. ).

wcDari semua hal yang ada, saya tertarik dengan deretan WC umum portable yang berderet di beberapa tempat. Betapa melegakannya melihat kotak-kotak berwarna hijau itu ada dimana-mana.

Besok pagi, saya berencana kembali lagi ke The Mall untuk merasakan kegembiraan yang sudah lama dinantikan oleh kalangan urban dan sebagian besar kalangan afro-amerika ini.

Tinggalkan komentar

Filed under impian amerika

tidak janji

Tahun baru seringkali di hubungakan dengan kata resolusi, new year resolution(s), janji, tekad untuk memperbaiki hidup. Tetapi kebanyakan yang saya tahu resolusi yang dibuat seringkali berkaitan dengan: menurunkan berat badan, mau berolahraga, mau bangun lebih pagi, dll yang menurut saya identik dengan kerja keras.

Kok jarang ya yang membuat janji: mau lebih santai, mau lebih banyak berlibur, mau lebih banyak nonton tivi, mau lebih banyak dugem, mau sering-sering nongkrong di cafe, dll… kan lebih fun ya?!

Ya sudah, apa sajalah. Saya sendiri tidak pernah membuat janji, tekad untuk setahun kedepan. Saya masih merasa belum perlu untuk merayakan malam menyambut tahun baru. Buat saya malam tahun baru kok sama saja dengan malam-malam yang lainnya. Tapi memang saya suka melihat kembang api yang bagus-bagus bentuknya itu.

Aneh?! Kampungan?! tidak modern?!

Mungkin….

Tinggalkan komentar

Filed under buku catatan bibi